Category Archives: politik

Membuat Software Dua Minggu Selesai

Meme baru minggu ini: untuk membuat software cukup dua minggu saja.

Panggil Programmer Dua Minggu Selesai
Panggil Programmer Dua Minggu Selesai

Implikasinya di kuliah: mulai saat ini dosen memberi tugas programming ataupun project hanya akan memberi waktu  maksimal  2 minggu saja.  Para mahasiswa sekalian, selamat mengerjakan tugas dalam 2 minggu!

Gambar lain:

Beri aku 10 programmer 2 minggu selesai
Beri aku 10 programmer 2 minggu selesai

 

Call programmer 2 weeks to finish
Call programmer 2 weeks to finish

 

Panggil programmer 2 minggu kelar
Panggil programmer 2 minggu kelar

 

Sebetulnya sesuatu yang tidak sulit-sulit amat, sesuatu yang sederhana. Panggil saja programmer untuk melakukan itu. Nggak ada 2 minggu bisa dirampungkan nggak ada masalah
Sebetulnya sesuatu yang tidak sulit-sulit amat, sesuatu yang sederhana. Panggil saja programmer untuk melakukan itu. Nggak ada 2 minggu bisa dirampungkan nggak ada masalah
Panggil programmer 2 minggu selesai
Panggil programmer 2 minggu selesai
Twitter
Twitter dari

https://twitter.com/geovedi/status/476594875039641600/photo/1

 

Dari facebook:

Panduan praktis membuat e-government dengan pemrograman Swift 2 minggu selesai
Panduan praktis membuat e-government dengan pemrograman Swift 2 minggu selesai

 

Dari http://www.quora.com/Computer-Programmers/What-are-the-most-common-lies-told-by-programmers/answer/Jeff-Nelson-32?srid=uqqN&share=1

What are the most common lies told by programmer
What are the most common lies told by programmer

 

Berikut ini respon dari Jim Geovedi terhadap isu programmer 2 minggu selesai: (https://www.facebook.com/geovedi/posts/10152479263482940)

buat yang masih pesimis bahwa 2 minggu sebuah proyek IT gak bisa jadi apa-apa… gue sarankan untuk berhenti menggunakan internet. percuma, gak ada gunanya. mungkin sekalian diloakkan saja ijazah sekolahnya.

semua orang juga tahu, sembilan perempuan tidak bisa dipaksa melahirkan satu anak dalam satu bulan (kecuali tetangga gue yang super hebat bisa melahirkan anak setelah 2 bulan menikah).

kalau ada capres bilang sebuah proyek IT bisa 2 minggu selesai, ya tinggal diminta technical requirement-nya jelas aja. hanya setujui lingkup yang memang memungkinkan untuk selesai dalam waktu 2 minggu. lagipula dia gak bilang skala pekerjaannya, kan? (atau gue salah karena terlewat dalam menyimak?)

gak yakin indonesia punya sumber daya manusia yang mampu garapnya? di daftar teman gue di facebook aja ada puluhan orang yang gue yakini bisa!

apa lagi sih yang jadi masalah? masih gak pede? katanya mau indonesia bangkit untuk berdikari? kok untuk urusan begituan aja sudah ribet sendiri sih?

***

gue cuma gak terima orang indonesia terus-terusan dibilang gak mampu. soal apa preferensi politik gue, bukan urusan lo, kan?

***

karena jumlah komentar sudah banyak, dikhawatirkan beberapa hal penting yang coba gue sampaikan lewat komentar jadi terlewatkan. berikut adalah poin-poin yang perlu diketahui.

– indonesia sudah punya task force pengembangan e-government. silakan lihat nama-nama anggotanya di sini, https://twitter.com/joharalam/status/476021066872016896

– menurut salah satu anggota task force tersebut, Johar Alam Rangkuti, proyek e-gov sudah dijalankan dari tahun 2003 dan masing-masing daerah sudah menindaklanjuti. ditambahkan… “Masa sebelas tahun ditambah 2 Minggu masih nggak selesai juga?”

– sebuah proyek IT yang berbau “pelat merah”, yang secara personal gue bilang berhasil pengembangannya dan juga implementasi secara keseluruhan, dibahas lengkap dengan salah satu pengembangnya Harry Sufehmi di sini, http://harry.sufehmi.com/archives/2009-07-09-2155/ bonus poin: proyek tersebut 100% open source.

Wibisono Sastrodiwiryo sudah menulis soal e-government dan membahas apa saja yang dapat dilakukan untuk mempercepat selesainya sebuah proyek IT di pemerintahan, https://www.facebook.com/notes/indonesian-government-20-platform/e-government-jokowi/850613071633650 selain itu dia juga menambahkan bahwa dengan konsep Continuous Delivery, http://en.wikipedia.org/wiki/Continuous_delivery sebuah proyek IT bisa selesai dalam hitungan jam.

– beberapa negara maju (contohnya Inggris) sudah mulai meninggalkan konsep pengembangan IT pemerintahan dari “waterfall” dan mencoba beralih ke “agile”. walau “agile” doesn’t solve EVERY problem, tapi mereka mendapatkan manfaat yang signifikan dari cepatnya proses penyembangan, sehingga bisa melakukan revisi di sana-sini. nanti deh kalau ada waktu gue coba share soal GOV.UK. yang menarik, mereka tidak sungkan mempublikasikan source code-nya di https://github.com/alphagov

***

tahun 2008 gue pernah bikin statement “Situs Pemerintah Cuma Pajangan” http://inet.detik.com/read/2008/04/16/123850/924328/323/jim-geovedi-situs-pemerintah-cuma-pajangan — walau 4-6 tahun kemudian gue sudah melihat perubahan yang signifikan ke arah yang lebih baik, statement tersebut belum akan gue cabut dalam waktu dekat supaya jadi cambuk peringatan.

Referensi:

Aturan Menjadi Warganegara Saudi

Di salah satu diskusi panas akhir-akhir ini sempat tersebut bahwa “kalau ingin tinggal di negara Islam, silakan saja pindah warganegara ke negara Timur Tengah.” Asumsi saya negara yang dimaksud sebagai negara Islam tersebut adalah Kingdom of Saudi Arabia (KSA). Kalaupun bukan itu yang dimaksud, tidak apa, nanti artikelnya akan direvisi.

Bendera Saudi Arabia
Bendera Saudi Arabia

Tahap selanjutnya adalah mencari tahu bagaimana cara untuk menjadi warganegara KSA. Apakah mudah, ataukah susah. Berikut ini beberapa artikel yang berhasil ditemukan melalui Google:

Setelah membaca artikel di atas, kesan saya negara KSA ini tertutup untuk urusan kewarganegaraan. Menjadi warganegara KSA susah, kecuali misalnya perempuan yang menikah dengan laki-laki warganegara KSA, itupun belum tentu karena masih ada beberapa persyaratan lain. Kalau memang KSA ini negara Islam, mestinya semua orang Islam dipermudah untuk menjadi warganegara KSA.

Sebagai perbandingan, Israel menjamin semua orang Yahudi untuk mendapatkan kewarganegaraan Israel.

Jadi warganegara Israel mudah bagi sebagian orang
Jadi warganegara Israel mudah bagi sebagian orang

Kesimpulan:

  • Jadi warganegara KSA itu susah apalagi buat orang yang nggak ada tampang-tampang Arab.
  • Pindah kewarganegaraan menjadi warganegara KSA bukan solusi untuk tinggal di negara Islam, karena dilihat dari aturan kewarganegaraan ini bukanlah suatu aturan yang berdasarkan agama Islam (Al Quran & Hadis), melainkan disusun atas dasar nasionalisme bangsa Saudi.

Larangan Peraturan Daerah Syariah

Beberapa hari belakangan ini sedang ramai isu di dunia socmed bahwa salah satu pasangan capres yaitu Jokowi-JK akan melarang peraturan daerah syariat Islam baru. Berhubung dunia internet ini penuh kengawuran, maka saya mencoba mencari sumber-sumber berita ini. Tentu saja pengecekan semacam ini mengurangi waktu tidur.

Somethis is wrong on the Internet
Somethis is wrong on the Internet

Beberapa referensi yang saya dapat dari Google:

Dari daftar referensi itu, nampaknya Republika rada netral, yang lainnya komentar dari background Islam yang rata-rata menentang pandangan tersebut, lengkap dengan judul artikel yang provokatif. Sejauh ini saya belum menemukan penjelasan resmi dari PDIP, bahkan situs resmi PDIP di http://www.pdiperjuangan.or.id/ malah tidak aktif. Informasi yang didapat dari situs PDIP malah didapat artikel lama di situs PDIP Jawa Timur: Cabang Pelopor Wajib Hadang Perda Syariah http://pdiperjuangan-jatim.org/v03/index.php?mod=berita&id=4322. Berdasarkan artikel ini nampaknya pandangan anti Perda Syariah ini bukan barang baru di PDIP.

situs resmi PDI Perjuangan
Situs resmi PDI Perjuangan
Situs PDIP Perjuangan Jawa Timur  lebih meriah daripada situs PDIP pusat
Situs PDIP Perjuangan Jawa Timur lebih meriah daripada situs PDIP pusat

Saya juga coba cari pendapat lain tentang isu ini, akhirnya menemukan artikel “Partainya Sekuler, Aturannya Syariah“, karangan dari Michael Buehler, seorang Guru besar madya ilmu politik di Universitas Northern Illinois.

Pak Profesor Michael Buehler
Bapak Profesor Michael Buehler dari NIU

Kutipan dari artikel tersebut:

“Para politikus yang berafiliasi dengan partai sekuler—dan punya karier panjang di birokrasi—seperti Golkar dan PDI Perjuangan, termasuk di TNI dan Kepolisian RI, yang merancang, mengadopsi, dan menerapkan perda-perda syariah”

Ok, jadi tambah bingung kan. Ini maunya menghalang Perda Syariah atau menggunakan isu Perda Syariah untuk  menggalang massa?

Bingung
Bingung

Referensi

 

 

Pola Pertemanan Sebelum Dan Menjelang Pemilihan Presiden

Pola pertemanan sebelum dan sesudah pemilihan presiden
Pola pertemanan sebelum dan sesudah pemilihan presiden

Wahai para domba, janganlah kalian pertaruhkan indahnya nilai pertemanan demi buaian-buaian, jangan kau tebaskan pedang-pedang kebencianmu kepada saudara sendiri karena sederas apapun darah kau kucurhkan demi jagoan politikmu tak akan merubahu menjadi singa, kalian tetap saja domba jelata.

Sumber:

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203479239194043&set=a.2004778551521.115705.1005337317