Jurnalis Lebay Dan Bau Busuk

Saat ini informasi mudah didapat, namun kita mesti cek langsung ke sumbernya , terutama kalau ada informasi yang ‘heboh’. Berikut ini salah satu contohnya, yang saya dapat dari Twitter Aatish Bhatia:

Perkataan ilmuwan vs perkataan majalan TIME
Perkataan ilmuwan vs perkataan majalan TIME

Artikel aslinya berjudul “Rotten egg gas holds key to healthcare therapies” atau kurang lebih “Telur busuk berisi kunci terapi kesehatan” yang dapat dibaca di http://www.exeter.ac.uk/news/research/title_393168_en.html. Di situ dikemukakan bahwa gas H2S (hidrogen sulfida) dalam jumlah tertentu dapat berpengaruh positif terhadap kesehatan. Gas H2S ini adalah sumber bau busuk di telur busuk dan kentut.

Artikel itu disitir oleh majalah TIME dalam artikel “Ridiculous Study of the Day Says Smelling Farts Might Prevent Cancer” yang dapat dibaca di  http://time.com/2976464/scientists-say-smelling-farts-might-prevent-cancer/.

Dunia ilmiah dan dunia media massa memang berbeda. Dalam dunia ilmiah diinginkan artikel yang sifatnya obyektif dan lugas, sedangkan dalam dunia media massa cenderungnya artikel yang bombastis dan menghebohkan.

Kasus ini mengingatkan saya dengan komik PhDComic berikut ini:

The Science News Cycle
The Science News Cycle

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *